Line untuk Anak2ku yg sudah remaja

•23 Juni 2015 • Tinggalkan sebuah Komentar

Assalamualaikum warahmatullah wabarokatuh.

Di pagi hari di bulan Ramadhan, ada yg Ayah pikirkan selama bbrp hari terakhir. Ayah merasa anak2 sudah akan sebentar lagi berkeluarga. Dan Ayah memperhatikan dan juga mengkhawatirkan bukan soal jodoh atau soal mendapatkan uang utk hidup. Tapi mengenai kesehatan kalian. Kesehatan adalah next best thing setelah keimanan pd Islam. Rasanya semua setuju dengan ini. Akan tetapi selama ini Ayah berfikir bahwa kesehatan adalah masalah pribadi saja, urusan masing2 saja. Ternyata hal itu keliru. Ketika seorang kepala keluarga sakit, maka istrinya pun ikut repot merawat dan sekaligus khawatir. Apalagi kalau penyakit ybs berat, maka anak2pun mulai memperhatikan, dan juga barangkali disibukkan utk menengok ayahnya tsb. di rumah sakit. Jika sang ayah sakit lebih lama dan barangkali lebih berat, maka otomatis pendapatan sang ayah juga dapat berkurang, bahkan diberatkan dengan biaya obat, biaya dokter dst. Jadi selain tidak berdaya (krn sakit), tidak menghasilkan, ditambah dengan biaya yg terus membengkak.
Begitu pula jika istri sakit, maka sang ayah juga sibuk mengususi, anak2 akan terganggu karena tidak ada yg mengurusi mereka; tidak ada yg menyiapkan makan, tidak ada yg mencereweti soal2 sekolah. Anak2 juga tidak bisa curhat dengan ibunya. Kalau sakitnya berat dan berlangsung lama, otomatis rumah menjadi tidak terurus. Anak2 juga mulai ikut pusing dan khawatir. Si ayahpun tidak bisa bekerja maksimal karena khawatir dan waktunyapun termakan untuk mengurusi yg sakit.
Jika anak2 sakit, maka ayah bundanya khawatir. Baik ayah dan ibunya aktifitasnya terganggu dan tersita waktu dan energi mereka untuk menyembuhkan anaknya.

Anak2ku yg tersayang. Begitulah yg terjadi pada satu keluarga yg dilanda satu penyakit. Penyakit tidak hanya membuat derita pada si sakit, akan tetapi juga menjadi beban terutama bagi keluarganya. Ayah berfikir dahulu kalau ayah sakit, maka sakitnya ditanggung ayah sendiri. Ternyata pikiran itu salah. Yang ingin ayah katakan bahwa tanggung jawab terhadap sehat tidak nya diri ini bukan hanya tanggung jawab terhadap diri sendiri, tapi juga terhadap keluarganya.

Alhamdullilah selama ini Ayah diberi pencerahan oleh Allah SWT apa itu sehat dan bagaimana mempertahankan kesehatan, bahkan bagaimana agar sehat itu Optimal. Jadi tidak sekedar sehat tapi mirip2 atlit lah (ehehe, maunya sih gitu).

Apa fungsi sehat? Mengapa disebut sebagai pemberian Allah yg terbesar setelah iman? Ngapain sih jaga kesehatan? Lebih2 lagi ngapain sih olahraga kayak atlit? Buat Ayah, kesehatan adalah kebebasan beraktifitas. Misal, kaki tidak sakit ketika mau ke kantor, atau ketika sholat. Kalau untuk anak2 bagaimana? Masing2 pasti ada alasannya sendiri2. Ini yg perlu ditanyakan pada diri kita. Apa pentingnya sehat? Apa pentingnya alasan tersebut untuk diri kita? Apa tujuan dari alasan tersebut? dst.

Satu point penting adalah mengenai hubungan suami-istri yg harmonis, terutama yg berhubungan dengan reproduksi. Dalam hal yg satu ini makin Sehat Optimal, maka tingkat kepuasan pasangan juga akan optimal, dan kemampuan/kemungkinan untuk memiliki anak juga besar. Ini bukan hal yg kecil dalam rumah tangga. Jika, misalnya, si ibu bermasalah kesehatannya, maka dia akan sulit dalam kondisi hamilnya, dan akan lebih sulit lagi untuk melahirkan. Bayi yang dilahirkan pun tidak memiliki kesehatan yg baik, karena dia mendapatkan penyakit itu dari ibunya. Begitu juga jika si ayah yg punya kekurangan, maka bisa bisa berdampak pada ketidak puasan istri yg ujung2nya bisa meretakkan perkawinan. Naudzubillah min dzalik.

Anak2ku yg dirahmati Allah. Hal ini bisa dan mudah diatasi ASALKAN dimulai dari AWAL. Makin awal makin baik. Maksudnya sebelum menikah, pastikan kondisi badan dalam kondisi sehat optimal, atau kondisi PRIMA. Hal ini hanya bisa dilakukan apabila dilakukan dengan bertahap, sejak awal, jadi bukan isntant. Allah SWT sudah membentuk badan begitu sempurna pengaturannya, bahkan manusia diberi badan yg bisa menyembuhkan dirinya sendiri. ASALKAN diperlakukan dengan BAIK oleh ybs. Diperlakukan bagaimana? Dicukupi Air, dan Gizinya, Dihindarkan ia dari bahan2 berbahaya seperti gula dan mentega. Dihindarkan dari macam2 makanan sintetik (plastik?) seperti pewarna, pengawet, perasa. Diberi aktifitas yg cukup agar peredaran darah dan udara dalam badan lancar. Diberi tidur yg berkualitas. dst. dst.

Segala sesuatu paling baik jika dilakukan dengan merenung dan menemukan alasan kenapa sehat itu diperlukan? Setelah dikethaui maknanya, maka lakukanlah perubahan dengan segera. Lakukanlah hari ini, lakukanlah yg termudah, lakukanlah terus menerus. Insya Allah, apa yg kita tanam hari ini, yaitu aktifitas sehat kita, akan terwujud dimasa yg akan datang, yaitu kondisi badan yg Sehat Optimal. Amin YRA.

Belitung Island

•9 Oktober 2014 • Tinggalkan sebuah Komentar

image

Pentingnya Memahami Quran

•23 Juli 2014 • Tinggalkan sebuah Komentar

Mukadimah:

Innal hamda lillah, Sesungguhnya pujian adalah milik لَلهّ.  kami memujiNya, kami meminta dan mohon ampun hanya padaNya. Kami memohon perlindungan pada لَلهّ dari keburukan2 diri kami dan dari akibat dosa2 kami.

Barangsiapa yang diberi petunjuk لَلهّ, maka dia tidak akan sesat. Dan siapa yang disesatkanNya maka

tidak ada petunjuk baginya.

Asyhadu alla illah ha illalah wa asyhadu anna muhammad rasullulah. Allohumma sholli ala Muhammad, wa ala ali Muhammad. Amma badu.

Kultum:

Saudara2ku yang dirahmati Allah,

Kultum saya ini adalah mengenai pentingnya pemahaman bahasa dalam Quran.  Teman saya, pak Istanto, memberi analogi, seandainya Quran itu obat, yg ditulis isi dan cara pakainya dalam bahasa Perancis, yg tidak kita mengerti, maka bagaimana kita bisa minum obat itu kalau kita tidak kenal bahasanya?  Bisa jadi gagal minum obat, atau salah dosis, atau bahkan salah obat.

Nah di bulan Ramadhan ini, ada program2 khatam Quran, dilakukan 1 juz per hari, ada yg 3 juz perhari dst.  Ada juga kasus balapan baca antara Ibu dan Anak.  Ini adalah gejala umum, mengapa banyak yg adu khatam Quran di bulan Ramadhan ini.

Manakah yg lebih penting atau lebih utama, khatam Quran atau Paham Quran? 

Quran 38:29: “Kitab yg Kami turunkan kepadamu (Muhammad) yg penuh berkah agar mereka memperhatikan makna2 ayatnya (tadabbur)”.  Allah memerintahkan kita untuk memperhatikan mempelajari mencari makna2nya agar berkah dari Quran dapat terwujud.

Sabda Nabi: “Barangsiapa yg baca Quran dan ia mahir (paham), ia bersama para Malaikat yg berbuat baik.”  Disini Nabi menekankan bahwa pembacaan Quran yg disertai pemahaman, barulah ia mendapatkan pahala, yaitu ia bersama para Malaikat yg berbuat baik.

Juga perhatikan /renungkan hadis ini: “Barangsiapa yg dikehendaki Allah kebaikan, maka akan difahamkannya agama” (HR Mutafaq alaih).  Bagaimana mau paham agama, kalau tidak paham al Quran?

Ali bin Abi Thalib suatu ketika memberikan peringatan mengenai hal ini: “Tidak ada manfaat jika membaca (Quran) tanpa tafsirnya”.  Apa maksud tafsir ini?  Imam Syafei, memberikan makna Tafsir artinya “menjelaskan secara rinci”, yaitu dengan cara:

a. Menyingkap arti dari sisi bahasa (menterjemahkan, definisi kata dari segi bahasa, contoh kalimat dst)

b. Penjelasan ayat dengan ayat,

d. Penjelasan ayat dengan hadis

d. Penjelasan ayat dilihat dari sejarah turunnya ayat tersebut

Said bin Jubair, seorang ahli hadis, murid Ibnu Abbas, sahabat Nabi, telah memberikan peringatan: “Siapa yg membaca Quran tapi tidak mentafsirkannya, ia seperti orang buta, atau seperti orang pedalaman” Maksudnya karena dia hanya sekedar membaca maka ia tidak bisa mendapat penerangan atau tuntunan hidup dari Quran, ia tidak bisa melihat kebijaksanaan Quran, tidak bisa melihat kearifan Quran dan kemuliaan Quran, tidak bisa melihat keindahan Quran.   Jadi ia bagaikan orang yg tertinggal ilmu dan peradaban, seperti halnya orang tinggal di pedalaman yg sulit dijangkau dan tidak memiliki komunikasi.

Harap dicatat Said bin Jubair ini orang Arab.  Pastilah ketika ia membaca Quran, ia tahu artinya…Bagaimana dengan kita, yg sekedar melafaskannya saja…bagaikan orang yg melafaskan lagu asing (Korea)..tidak tahu artinya, hanya indah iramanya saja…

Menurut Ibn Taimiyah, “belajar Quran adalah mempelajari bacanya (huruf/kata2) dan maknanya sekaligus, bahkan mempelajari maknanya harus didahulukan,” persis seperti kata2 Umar bin Khattab:”Kami belajar Iman baru belajar Al Quran; Jadi Kami mengetahui persis apa keinginan Allah.” 

Ibn Qoyum mengatakan :”Tidak ada yg lebih bermanfaat bagi hati atau akal manusia kecuali tadabbur Quran”  Tadabbur adalah pedalaman makna dengan mengerahkan segenap kemampuan hati dan pikiran.  Ibnu Kudamah mengatakan: ”Tadabbur adalah tujuan paling utama dari (membaca) Quran.  Jika anda belum paham, maka ulang2ilah satu ayat untuk tadabbur.”

Saudara2ku yg dirahmati Allah,

Dengan melalui makna, maka akal dapat menerima hujah2nya, hati dapat tersentuh, dan jiwa terbasuh. Dengan sendirinya anggota badan akan tergerak termotivasi untuk melaksanakan apa yg diminta oleh Allah SWT.  Bagaimana mungkin mulut menyampaikan, tangan dan kaki kita tergerak, ketika kita hanya mendengar lantunannya, namun tidak paham pada maknanya.

Oleh karena itu, lebih tegas lagi Ibn Qoyum, mengatakan. “Ketahuilan membaca 1 ayat diulang2 dengan tadabbur lebih baik daripada membaca 30 Juz.  Membaca (Quran) tanpa berfikir dan tanpa tadabbur tidak ada gunanya, walaupun membaca seluruh Quran.”

Berikutnya, saya akan menambahkan sedikit cerita tentang Ibu RA Kartini.  Cerita tentang guru Kartini yaitu Kiai Sholeh Darat.

Kiai Sholeh Darat (1820-1903) adalah ulama dari daerah Semarang.  Ia merupakan guru dari KH Hasyim Ashari (pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhamadiyah), dan juga RA Kartini sendiri.   Beliau menterjemahkan tafsir Quran, yg diberi nama Faid Ar Rahman, tafsir Quran pertama yg menggunakan huruf pegon, atau bahasa Jawa tetapi dalam huruf Arab.

Pada era 1800an penjajah Belanda melarang orang menterjemahkan Quran, hanya boleh membaca (melantunkan) tanpa disertai terjemah.

Berikut keluhan RA Kartini kepada teman penanya Stella:

Bagaimana aku akan dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya? Alqur’an terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa-pun. Disini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Disini orang diajar membaca Alqur’an tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gila kah, orang diajar membaca tetapi tidak diajar makna yang dibacanya itu. Sama saja halnya seperti engkau mengajarkan aku buku bahasa Inggris, aku harus hafal kata demi kata, tetapi tidak satu patah kata pun yang kau jelaskan kepadaku apa artinya. Tidak jadi orang sholeh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang yang baik hati, bukankah begitu Stella?” (Surat Kartini kepada Stella, 6 November 1899).

Nah, kitab tafsir inilah yg dihadiahkan pada RA Kartini sebagai kado pernikahannya.  RA Kartini berkata:”Selama ini surat Al Fatihah gelap bagi saya, saya tidak mengerti sedikitpun akan maknanya, tetapi sejak hari ini ia menjadi terang benderang sampai kepada maknanya yg tesirat sekalipun, karena Romo Kiai menjelaskan dalam bhs Jawa yg saya pahami.”

Kiai Sholeh Darat senantiasa mengajak masyarakat agar gemar menuntut ilmu.  Beliau berkata: “Intisari al Quran adalah dorongan kepada umat manusia agar menggunakan akalnya untuk memenuhi tuntutan hidupnya di dunia dan akhirat.” Ini adalah suatu kesimpulan yg luar biasa, yg hanya bisa didapat apabila seseorang benar2 mendalami dan memahami isi al Quran.

RA Kartini sendiri sangat terkesan dengan ayat “Minad dhulumatin illa Nur” (Quran surah 65:11) yang artinya “Dari banyak kegelapan menuju satu Cahaya (yaitu Islam)”.  Perhatikan bahwa kata “dhulumat” adalah prural/jamak, “banyak kegelapan” bukan hanya “(satu) kegelapan” saja (singular).  Maknanya, bahwa kesesatan itu banyak sekali jenisnya.  Kekafiran, kemuysrikan, kemunafikan itu banyak macamnya. Komunis, Kapitalis, Pruralis, Feminis, Sosialis, paham2 agama diluar Islam, dst. Paham diluar Islam, sangatlah banyak.  Akan tetapi Allah menolak semua paham itu kecuali Islam. 

Demikianlah jelas pada para hadirin sekalian, dari penjabaran dan contoh diatas, agar kita menitik beratkan pada pengertian, pemahaman, penjelasan yg panjang lebar daripada hanya lantunan bacaan Quran belaka.

Ilustrasi yang berikut saya ambilkan dari Surah Al Baqarah ayat 30:

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kpd para malaikat: “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi” Mereka berkata:  “Apakah Engkau hendak menjadikan org yg merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami  bertasbih memujiMu dan mensucikan namaMu?”  Ia berfirman: “Sungguh, Aku mengetahui apa yg tidak kamu ketahui”

Saudara2 ku yg dirahmati Allah, ada beberapa pemahaman tentang ayat ini sbb:

1. Ada yg mengatakan bahwa Allah itu demokratis, membolehkan malaikat mengutarakan suaranya, atau protes terhadap keputusanNya! Ada juga yg mengatakan malaikat mengatakan ini karena Malaikat iri terhadap manusia karena dijadikan penguasa.

Allahu Akbar! Allah Maha Bijaksana, dan Maha Memiliki Ilmu, tidak perlu menambah ilmu dari manusia, yaitu demokrasi.    Dan Tidak! Malaikat bukanlah protes, akan tetapi, Malaikat sebagai mahluk yg pintar meminta penjelasan lebih lanjut, karena “khalifah” itu berarti “Penegak Hukum.” Jadi kalau Allah menjadikan seseorang sebagai Penegak Hukum, pastilah akan ada pelanggaran hukum.

2. Banyak sekali orang yg mengatakan bahwa manusia di bumi adalah khalifah-khalifah Allah atau wakil wakil Allah di permukaan bumi.

Bukan seperti itu, karena kata “Khalifah” adalah bentuk single bukan prural, jamak.  Berarti yg diangkat hanyalah satu orang.  Ini ayat adalah tentang leadership, yang tentu saja satu, bukan dua pemenang seperti yg diklaim terlalu awal pada pemilu 2014.  Juga bukan banyak pemimpin/penguasa.

Bagaimana keterangan soal khalifah/leadership ini? Hal ini ditegaskan atau dijelaskan lagi pada Quran 38:26

“Allah berfirman: “Wahai Daud, Sesungguhnya *Engkau* Kami jadikan khalifah (penguasa, penegak hukum) di bumi, maka berilah keputusan perkara diantara manusia dengan hak, dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang2 yg sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.”

Jadi jelaslah khalifah adalah satu orang yg ditunjuk sebagi pemimpin, penguasa, penegak hukum, dan ia tentu saja memiliki kekuatan (tentara, polisi) untuk melakukan hal tsb.

Juga disini dijelaskan fungsi dari khalifah, yaitu memutuskan perkara/persoalan/perselisihan yang terjadi diantara umat manusia dengan ilmu (Quran dan Hadis).

3. “Tufsidu” = orang2 yg merusak;  Merusak apa? Apakah maknanya manusia akan membuat polusi/kerusakan, seperti polusi di daratan dan lautan?  Bukan seperti itu, makna yg tepat adalah: Orang2 yang menyelewengkan firman Allah. Menyelewengkan, mendistorsi, menghapus, mengganti, menjelekkan firman Allah.  Mengatakan ini dari ALlah, padahal itu dari tangan/dibuat oleh tangan manusia sendiri.  Fenomena ini gencar terjadi pada saat ini, contohnya sebenarnya seperti yg disebut pada awal kultum ini, berlomba2 khatam al Quran.  Kelihatannya baik, padahal bertentangan dengan kaidah2 Islam itu sendiri.

Kesimpulan:

Jelaslah saudara2ku sekalian, praktek2 utk adu cepat baca Quran, atau program khatam2an adalah suatu praktek atau program yg kosong belaka.  Suatu kesia2an, bahkan dapat menjatuhkan diri kita lebih buruk dari itu, YAITU ditolaknya amal kita karena tidak didasarkan oleh ilmu yg benar. Naudzubillah min zalik.

Saudara2ku yg dimuliakan ALlah!  Dengan bersikap kita mempelajari Quran secara mendalam, maka kita bisa menggali ilmu al Quran, dan hanya dengan menggali ilmu al Quran inilah kita bisa keluar dari kegelapan, kesia2an hidup;  Apabila masing2 diri kita ini menjadi pembelajar sejati, kelak akan timbul kembali ilmuwan2 Islam, baik dibidang agama maupun ilmu pengetahuan.  Hanya dengan cara mempelajari ilmu inilah peradaban Islam dapat bangkit kembali.

Demikianlah yg dapat saya sampaikan,  semoga bermanfaat, dan mohon maaf atas kesalahan yg ada pada diri saya.

WABILLAHITAUFIK WAL HIDAYAH, WASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAH WABAROKATUH.

(Disarikan dari pengajian Al Ikhlas, yg dipimpin oleh Ust Debby Nasution )

Pentingnya Ilmu dan Memperbaiki Pemahaman Agama

•23 Juli 2014 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tidak dapat dipungkiri dalam Islam, Ilmu memiliki tempat yg sangat tinggi dalam Islam.  Dalam Quran, dijelaskan ganjaran orang yg belajar dan memiliki ilmu:

Al-Qur’an Al-Mujadalah ayat 11: “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dari kalian dan orang yang diberi ilmu beberapa derajat dan  Allah Maha Waspada dengan apa-apa yang kamu kerjakan”.

Rasullulahpun mengatakan bahwa: “Barangsiapa yg mencari ilmu keluar rumah, maka akan dimudahkan ia jalan menjuju surga.”

Ilmu, dalam arti kata berarti:”Mengenal sesuatu atas seluruh aspeknya.”  Ulama membagi menjadi ilmu agama (fardu ain) dan ilmu dunia (fardu kifayah) semisal ilmu peralatan perang, ilmu kesehatan, ilmu pertanian, ilmu perdagangan, dst.

Rasullulah mengatkan: “Sesungguhnya agama ini tidak akan bisa menolong padanya kecuali orang yg menguasai atas seluruh aspeknya.”  Maksudnya untuk memperjuangkan Islam harus tahu aspeknya terlebih dahulu.

Mengapa demikian?

1. Dasar Amal adalah Ilmu

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yg tidak kamu ketahui.  Karena pendengaran, penglihatan dan qolbu (akal), semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.” (Al Isra ayat 36)  menunjukkan dasar suatu amal atau ibadah adalah ilmu.  Bahkan diperintahkan untuk mempunyai ilmu terlebih dahulu sebelum melakukan amal atau ibadah.  Dan larangan melakukan sesuatu tanpa dasar ilmunya.

Rasullulah mengatakan: “Dan janganlah kamu mengerjakan Apa-apa yang tidak tahu ilmunya “, dan Jumhur Ulama mengatakan, “Ilmu itu petunjuk atau pembimbing amal.”  Maka jika ilmu itu keliru maka dasar amal kita juga menjadi salah, motivasi amal bisa salah.  Artinya, amal ibadah yg tidak dibimbing oleh ilmu akan menjadi ngawur atau merugikan.   Umar bin Abd Aziiz ra (dikutip dalam bab Ilmu, Imam Bukhori) mengingatkan: ”Siapa saja yg beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yg ia timbulkan lebih banyak dari pada kebaikannya.”  Beliau juga memperingatkan tentang kerusakan agama: “Ilmu agama tidak rusak kecuali keterangannya sudah samar/tidak tepat.”

2. Ilmu merupakan Dasar dari Motivasi

Sabda Nabi: “Innamal amalu bin niat”  sebab adanya perbuatan (amal) adalah niat.  Seseorang akan memetik hasilny seseuai dengan niatnya.

Ibn Taimiyah mengatakan:”Niat itu mengikuti Ilmu” artinya niat, motivasi atau tujuan yg baik hanya bisa dibentuk atau dibangun oleh ilmu. Atau dengan pengetahuan agama yg benar dan menyeluruh.

Salah satu yg sangat penting adalah melaksanakan ilmu dengan amal dan ikhlas menjalankannya.   Cendikiawan muslim Indonesia, Adian Husaini, dalam disertasi nya mengatakan:”Salah satu ciri tradisi keilmuan Islam adalah menyatukan antara ilmu dan amal, antara ilmu dan akhlak.  Maka di dalam Islam, jika ada ilmuwan/Ulama yg fasik atau rusak amalnya, dia tidak diterima sebagai bagian dari ulama Islam. Para imam mhazab adalah orang2 yg berilmu dan berakhlak tinggi.” Jadi ilmu tidak sekedar sesuatu yg berdiri sendiri, ia menuntut akan aplikasinya.

Kita berpuasa dengan niat apa?  Tentunya dengan niat agar bertaqwa. Jadi dalam berpuasa kita berniat untuk membangun karakter yg paling hebat, yaitu manusia yg bertaqwa.  Sudah kah kita mencapai karakter itu?  Tahukah kita makna bertaqwa?  Lalu apakah ciri2 (Key Performance Index) dari orang bertaqwa?  Kalau kita tidak tahu, bagaimana kita bisa mencapai sasaran itu?  Kalau kita sendiri tidak paham, bagaimana kita bisa membangun karakter diri?  Lalu bagaimana dengan karakter keluarga kita? Karakter masyarakat kita? Karakter bangsa kita?

Salah satu makna Taqwa, yg disebut oleh Umar ra, adalah “…melakukan persiapan atau perencanaan dari setiap perkara, dari perjalanan (hidup ini), dan akan berhati2 atau bersungguh2 dalam melaksanakannya dan menyelamat diri dari duri (dosa) .”  Dosa apakah gerangan?   Yg paling utama, adalah “terpelihara dari penyakit batin yaitu syahwat atau hawa nafsu (yg negatif)”

Sedangkan ciri2 dari orang bertaqwa adalah Akhlakul Karimah.  Ini adalah yg tampak kepermukaan.  Mulut kita menghindar dari menyalahi, mengkritik, mengomeli orang.  Mulut kita memberikan penghargaan yg tulus atas prestasi orang.  Tersenyum.  Memberikan hadiah kepada kakak/adik (silaturahmi), dst.  Singkat kata: “Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Adakah ciri2 itu tampak pada diri kita?  Akankah kita menjadi orang yg bertakwa pada akhir Ramadhan?

  1. Manfaat Ilmu adalah dunia akhirat:

“Siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka dapat di capai dengan ilmu, Siapa menghendaki kehidupan akhirat juga dicapai dengan ilmu, dan siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan akhirat keduanya dapat di capai dengan ilmu.”

Kita mengenal doa sapujagat: Robbana atina fidunya hasanah, wafil akhiroti hasanah, waqina adzab bannar.  Apa saja sih “kebaikan dunia dan akhirat?”.  Menurut Ibnu Katsir, kebaikan dunia adalah: 1. Rumah yg luas, yg mampu menampung banyak org tanpa berdesak2, 2.  Kendaraan yg nyaman, 3 Istri/Suami yg sholehah/sholeh yg mendukung pd perkara2 akhirat,4. Tetangga yg baik, 5. Kesehatan, 6. Ilmu yg manfaat, 7. Pekerjaan yg baik, 8. Rizki yg luas, 9. Nama yg baik.(popularitas yg baik).  Kebaikan di akhirat, 1. Selamat pada kubur, pada waktu dibangkitkan, pada waktu kiamat, 2. Hitungan yg mudah, 3. Masuk dalam Surga.

Semuanya memerlukan ilmu; misalnya memilih pasangan: kedepankan akhlak dan ketaqwaannya, daripada wajah, kekayaan, keturunan ybs. (sesuai dengan hadis). Atau misalnya, pekerjaan. Rasullulah mengatakan: “Perbaikilah cara2 kalian mencari dunia, maka kalian akan mendapatkan hasil yg maksimal dari apa yg kalian kerjakan.”

  1. Merupakan Sebaik2nya Ibadah

Mengkaji ilmu adalah suatu ibadah yg tidak tertandingi, bahkan sama atau lebih dari jihad fisabillilah:

“Dan tidak sepatutnya orang2 mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang).  Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk mendalami pengetahuan agama mereka, dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya.” (At Taubah ayat 122).

Nabi bersabda kepada Abu Dzar, “Ya Abu Dzar, engkau keluar di waktu pagi, untuk belajar 1 ayat[masih belum diamalkan] lehih dahsyat pahalanya drpd sholat 100 rokaat.  Andaikata engkau berangkat pagi untuk belajar 1 bab, diamalkan atau tidak, itu jauh lebih dahsyat darpd sholat 1,000 rokaat.”

“Satu kali anda menghadiri majlis ilmu akan lebih banyak pahala daripada sholat 1,000 rokaat.” (sekitar sholat 24 jam terus menerus).

“(Kepada) orang yg mengkaji agama, maka akan meminta ampun seluruh mahluk di bumi sampai2 seluruh ikan dilautan juga meminta maaf.”

Abu Hurairah: “Andaikata aku duduk 1 jam untuk memahami ilmu untuk mempelajari ilmu2 syariah lebih aku sukai daripada bergadang untuk mendapatkan malam Lailatul Qadr.”

Imam Syafei: “Mengkaji ilmu lebih penting daripada sholat tahajud.”

Oleh sebab itu Jumhur ulama,mengatakan: “Mengkaji ilmu agama adalah sebaik2nya ibadah.”

5. Pada akhir zaman, mengkaji ilmu lebih penting daripada beramal

Khususnya akhir zaman, Rasullulah saw memperingatkan:”Kalian (para sahabat) aalah orang yg hidup pada zaman banyak fuqoha (orang ahli agama), sedikit pembaca Quran (sedikit yg sekedar baca Quran), dan sedikit khutoba (penceramah; lebih banyak yg beramal), sedikit org yg bertanya masalah agama (umumny para sahabat paham agama), dan banyak yg bisa memberi ilmu agama.  Maka melakukan amal, pada kondisi yg seperti itu, lebih baik beramal daripada mencari ilmu.

Tetapi akan datang pada manusia sedikit fuqoha (org ahli agama), banyak penceramah, banyak yg hafal Quran tapi sedikit yg bisa beri ilmu agama dgn benar,  dan banyak yg bertanya ttg agama.  Maka pada kondisi yg seperti itu, mengkaji ilmu lbh baik/penting daripada beramal. “ (Hadis Tabrani).

Semoga Allah SWT dapat memberikan ilmu yg manfaat kpd diri kita, keluarga kita, masyarakat Indonesia pada umumnya.  Amin YRA.

Wallahu alam bissawab.  Wabillahitaufik walhidayah.

Doni Wiratmoko (Disampaikan Ramadhan 2014 @ CNOOC)

Diambil dari pengajian Al Ikhlas, Cipete, dipimpin oleh Ust Debby Nasution

Aroma therapy – Trip to Taiwan 5-12 March 2014

•13 Maret 2014 • Tinggalkan sebuah Komentar

1.  Alhamdullilah, saya bisa berangkat utk training aroma therapy easecox di Taiwan.  Saya sampaikan terimakasih kepada lause Dian dan lause Checkna atas bantuannya, sehingga saya bisa berangkat.  Tanpa bantuan keduanya saya mustahil bisa ikut serta.

2.  Alhamdullilah perjalanan dilakukan dengan selamat, dan kembali ke jakarta juga dalam kondisi yang baik, baik saya sendiri maupun seluruh peserta (ada sejumlah 90 orang).

3. Pertama kali menjejakkan kaki ke kantor pusat Easecox.  Ada lho ternyata, hehe

4. Disambut dengan tepukan tangan lause2 di Taiwan, hmmm seperti penganten rasanya… hehe

5. Lihat museum easecox yang berisi sejarah mulainya company dan juga banyak jenis penghargaannya.

6. Diskusi dengan satu agen laki di Malaysia, Gerry.  Jarang lho agen cowok.

7. Foto dengan owner dan ceo easecox.

8. Dikasih buku mengenai detail produk diamant, manfaat, pertimbangan2nya dst.  Dalam bahasa Inggris.

9.  Makan vegetarian disana.  Kalau menurut teman saya yang kuliah disana 4 tahun (dia juga vegetarian), semua bahan dari vegetation, jadi tidak ada yg mahluk hidup (seperti babi, maksudnya).  Walau dia bukan muslimah, saya ambil advicenya, karena tidak ada yg lebih baik lagi penjelasannya.

10. Makan halal di Yusuf restaurant.  Yang ortunya berasal dari Xinjian, jadi asli muslim Cina, yang pindah ke Taiwan.  Restonya dijalankan oleh anaknya.  Makannya enak sekali! Recommended.  Tidak terasa ada MSG (vetsin).  Sebab kebanyakan makan disana pakai MSG bikin sakit kepalaku.

11.  Oh ya tentang aromatheraphy luar biasa loh.  Barangkali akan saya bahas terpisah ya, soalnya panjang sih.  Intinya menggunakan tumbuh2an untuk kesehatan, baik jasmani maupun rohani, seperti hal nya herbal.  Kalau herbal biasanya digodog bukan?  Godokan itu sebenarnya untuk mengekstrak minyak aroma yg ada di dalamnya.  Misalnya, menggunakan godokan kulit jeruk (kulit lho, bukan isinya), untuk kebutuhan sakit tenggorokan.  Kalau kulit saja dimakan langsung akan berbahaya.  Aroma juga diekstrak, salah satunya dengan destilasi (digodok dengan air, sampai jadi uap, lalu didinginkan, dan diambil minyak/aromanya).  Intinya sama dengan jamu/herbal godog.  Bedanya di konsentrasi bahan bermanfaatnya (yaitu aroma-nya) atau dalam bahasa ilmiahnya adalah konsentrat minyak aroma.  Di aroma therapy Easecox, konsentrasinya bisa 70 sd 100 kali lipat.  Jadi satu tetes (konsentrat) minyak aroma jahe (misalnya), sama dengan 70 mangkuk sup jahe!

OK cukup segini dulu, karena kebaikan di satu hari … eh maksudnya kebaikan yg saya dapatkan banyak sekali.  Nanti ditambah lagi.  OKs?

 

My birthday

•28 Desember 2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

Yes, that’s right.  Today is my birthday, 50th birthday.

I would like to thank Allah for many things (well…everything), among other, chiefly as follows:

1.  Iman Islam. Alhamdullilah, praise  to Allah, after long study, I begin to understand the meaning of ad-diin (religion) and what it means to me.  I thank, especially to Bang Debby Nasution  for guiding me for all these years.

Ilmu (or knowledge) that I have learning from bang Deb, is so much enlighting .

2. My Health Condition, is in good shape. On 25 Dec 2013, I ran 10K for the first time, and it took 1 hours 27 minutes.  Not bad.  It could be better, I promise longer run or faster run.

3.  My family.  I have a lovely wife, and also 4 healthy and brilliant kids.

4. Relatives and Friends, which are wonderful and supporting

Let us remember that we live in dajjal time (he who brings paradise in one hand, and hell in other hand, actualy the paradise is hell, and the hell he offers is paradise.=> time where things are upside down, they call islam as a terror, but actually they them self is a terror, and islam is a peacefull religion).   So i would like to offer dua (pray) for myself, parents, my family, relatives and friends so that they have happiness in this world and hereafter.  Amiin,.

assalamualaikum,

•28 Desember 2013 • Tinggalkan sebuah Komentar

Saya selalu mengatakan pada anak-anakku bahwa mereka hidup dizaman “dajjal”, segala sesuatu serba palsu.  Mulai dari uang kertas, yg tidak ada nilainya, dibanding dengan emas sebagai uang sesungguhnya, institusi bank yang tidak lebih dari lembaga penipuan, dengan fractional reserve banking practice nya, demokrasi yg digilai dan merupakan harga mati, seolah2 firman tuhan. . . sampai hal-hal yang sehari-hari seperti jenis2 makanan modern yang hampir seluruhnya merusak kesehatan. . . apa yang nampak, bukanlah yang sesungguhnya; yang dikira madu adalah racun, dikira air ternyata api, dst.  Blog ini catatan kehidupan dizaman yang terbalik-balik ini.  Banyak yang baru saya ketahui belum lama ini, semacam “renaisance”, “pencerahan”. . . mudah2an bermanfaat bagi para pembaca blog ini. . . wassalam doni.wiratmoko {di} gmail {titik} com