Line untuk Anak2ku yg sudah remaja

Assalamualaikum warahmatullah wabarokatuh.

Di pagi hari di bulan Ramadhan, ada yg Ayah pikirkan selama bbrp hari terakhir. Ayah merasa anak2 sudah akan sebentar lagi berkeluarga. Dan Ayah memperhatikan dan juga mengkhawatirkan bukan soal jodoh atau soal mendapatkan uang utk hidup. Tapi mengenai kesehatan kalian. Kesehatan adalah next best thing setelah keimanan pd Islam. Rasanya semua setuju dengan ini. Akan tetapi selama ini Ayah berfikir bahwa kesehatan adalah masalah pribadi saja, urusan masing2 saja. Ternyata hal itu keliru. Ketika seorang kepala keluarga sakit, maka istrinya pun ikut repot merawat dan sekaligus khawatir. Apalagi kalau penyakit ybs berat, maka anak2pun mulai memperhatikan, dan juga barangkali disibukkan utk menengok ayahnya tsb. di rumah sakit. Jika sang ayah sakit lebih lama dan barangkali lebih berat, maka otomatis pendapatan sang ayah juga dapat berkurang, bahkan diberatkan dengan biaya obat, biaya dokter dst. Jadi selain tidak berdaya (krn sakit), tidak menghasilkan, ditambah dengan biaya yg terus membengkak.
Begitu pula jika istri sakit, maka sang ayah juga sibuk mengususi, anak2 akan terganggu karena tidak ada yg mengurusi mereka; tidak ada yg menyiapkan makan, tidak ada yg mencereweti soal2 sekolah. Anak2 juga tidak bisa curhat dengan ibunya. Kalau sakitnya berat dan berlangsung lama, otomatis rumah menjadi tidak terurus. Anak2 juga mulai ikut pusing dan khawatir. Si ayahpun tidak bisa bekerja maksimal karena khawatir dan waktunyapun termakan untuk mengurusi yg sakit.
Jika anak2 sakit, maka ayah bundanya khawatir. Baik ayah dan ibunya aktifitasnya terganggu dan tersita waktu dan energi mereka untuk menyembuhkan anaknya.

Anak2ku yg tersayang. Begitulah yg terjadi pada satu keluarga yg dilanda satu penyakit. Penyakit tidak hanya membuat derita pada si sakit, akan tetapi juga menjadi beban terutama bagi keluarganya. Ayah berfikir dahulu kalau ayah sakit, maka sakitnya ditanggung ayah sendiri. Ternyata pikiran itu salah. Yang ingin ayah katakan bahwa tanggung jawab terhadap sehat tidak nya diri ini bukan hanya tanggung jawab terhadap diri sendiri, tapi juga terhadap keluarganya.

Alhamdullilah selama ini Ayah diberi pencerahan oleh Allah SWT apa itu sehat dan bagaimana mempertahankan kesehatan, bahkan bagaimana agar sehat itu Optimal. Jadi tidak sekedar sehat tapi mirip2 atlit lah (ehehe, maunya sih gitu).

Apa fungsi sehat? Mengapa disebut sebagai pemberian Allah yg terbesar setelah iman? Ngapain sih jaga kesehatan? Lebih2 lagi ngapain sih olahraga kayak atlit? Buat Ayah, kesehatan adalah kebebasan beraktifitas. Misal, kaki tidak sakit ketika mau ke kantor, atau ketika sholat. Kalau untuk anak2 bagaimana? Masing2 pasti ada alasannya sendiri2. Ini yg perlu ditanyakan pada diri kita. Apa pentingnya sehat? Apa pentingnya alasan tersebut untuk diri kita? Apa tujuan dari alasan tersebut? dst.

Satu point penting adalah mengenai hubungan suami-istri yg harmonis, terutama yg berhubungan dengan reproduksi. Dalam hal yg satu ini makin Sehat Optimal, maka tingkat kepuasan pasangan juga akan optimal, dan kemampuan/kemungkinan untuk memiliki anak juga besar. Ini bukan hal yg kecil dalam rumah tangga. Jika, misalnya, si ibu bermasalah kesehatannya, maka dia akan sulit dalam kondisi hamilnya, dan akan lebih sulit lagi untuk melahirkan. Bayi yang dilahirkan pun tidak memiliki kesehatan yg baik, karena dia mendapatkan penyakit itu dari ibunya. Begitu juga jika si ayah yg punya kekurangan, maka bisa bisa berdampak pada ketidak puasan istri yg ujung2nya bisa meretakkan perkawinan. Naudzubillah min dzalik.

Anak2ku yg dirahmati Allah. Hal ini bisa dan mudah diatasi ASALKAN dimulai dari AWAL. Makin awal makin baik. Maksudnya sebelum menikah, pastikan kondisi badan dalam kondisi sehat optimal, atau kondisi PRIMA. Hal ini hanya bisa dilakukan apabila dilakukan dengan bertahap, sejak awal, jadi bukan isntant. Allah SWT sudah membentuk badan begitu sempurna pengaturannya, bahkan manusia diberi badan yg bisa menyembuhkan dirinya sendiri. ASALKAN diperlakukan dengan BAIK oleh ybs. Diperlakukan bagaimana? Dicukupi Air, dan Gizinya, Dihindarkan ia dari bahan2 berbahaya seperti gula dan mentega. Dihindarkan dari macam2 makanan sintetik (plastik?) seperti pewarna, pengawet, perasa. Diberi aktifitas yg cukup agar peredaran darah dan udara dalam badan lancar. Diberi tidur yg berkualitas. dst. dst.

Segala sesuatu paling baik jika dilakukan dengan merenung dan menemukan alasan kenapa sehat itu diperlukan? Setelah dikethaui maknanya, maka lakukanlah perubahan dengan segera. Lakukanlah hari ini, lakukanlah yg termudah, lakukanlah terus menerus. Insya Allah, apa yg kita tanam hari ini, yaitu aktifitas sehat kita, akan terwujud dimasa yg akan datang, yaitu kondisi badan yg Sehat Optimal. Amin YRA.

~ oleh zamanakhir pada 23 Juni 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: