Pentingnya Ilmu dan Memperbaiki Pemahaman Agama

Tidak dapat dipungkiri dalam Islam, Ilmu memiliki tempat yg sangat tinggi dalam Islam.  Dalam Quran, dijelaskan ganjaran orang yg belajar dan memiliki ilmu:

Al-Qur’an Al-Mujadalah ayat 11: “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dari kalian dan orang yang diberi ilmu beberapa derajat dan  Allah Maha Waspada dengan apa-apa yang kamu kerjakan”.

Rasullulahpun mengatakan bahwa: “Barangsiapa yg mencari ilmu keluar rumah, maka akan dimudahkan ia jalan menjuju surga.”

Ilmu, dalam arti kata berarti:”Mengenal sesuatu atas seluruh aspeknya.”  Ulama membagi menjadi ilmu agama (fardu ain) dan ilmu dunia (fardu kifayah) semisal ilmu peralatan perang, ilmu kesehatan, ilmu pertanian, ilmu perdagangan, dst.

Rasullulah mengatkan: “Sesungguhnya agama ini tidak akan bisa menolong padanya kecuali orang yg menguasai atas seluruh aspeknya.”  Maksudnya untuk memperjuangkan Islam harus tahu aspeknya terlebih dahulu.

Mengapa demikian?

1. Dasar Amal adalah Ilmu

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yg tidak kamu ketahui.  Karena pendengaran, penglihatan dan qolbu (akal), semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.” (Al Isra ayat 36)  menunjukkan dasar suatu amal atau ibadah adalah ilmu.  Bahkan diperintahkan untuk mempunyai ilmu terlebih dahulu sebelum melakukan amal atau ibadah.  Dan larangan melakukan sesuatu tanpa dasar ilmunya.

Rasullulah mengatakan: “Dan janganlah kamu mengerjakan Apa-apa yang tidak tahu ilmunya “, dan Jumhur Ulama mengatakan, “Ilmu itu petunjuk atau pembimbing amal.”  Maka jika ilmu itu keliru maka dasar amal kita juga menjadi salah, motivasi amal bisa salah.  Artinya, amal ibadah yg tidak dibimbing oleh ilmu akan menjadi ngawur atau merugikan.   Umar bin Abd Aziiz ra (dikutip dalam bab Ilmu, Imam Bukhori) mengingatkan: ”Siapa saja yg beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yg ia timbulkan lebih banyak dari pada kebaikannya.”  Beliau juga memperingatkan tentang kerusakan agama: “Ilmu agama tidak rusak kecuali keterangannya sudah samar/tidak tepat.”

2. Ilmu merupakan Dasar dari Motivasi

Sabda Nabi: “Innamal amalu bin niat”  sebab adanya perbuatan (amal) adalah niat.  Seseorang akan memetik hasilny seseuai dengan niatnya.

Ibn Taimiyah mengatakan:”Niat itu mengikuti Ilmu” artinya niat, motivasi atau tujuan yg baik hanya bisa dibentuk atau dibangun oleh ilmu. Atau dengan pengetahuan agama yg benar dan menyeluruh.

Salah satu yg sangat penting adalah melaksanakan ilmu dengan amal dan ikhlas menjalankannya.   Cendikiawan muslim Indonesia, Adian Husaini, dalam disertasi nya mengatakan:”Salah satu ciri tradisi keilmuan Islam adalah menyatukan antara ilmu dan amal, antara ilmu dan akhlak.  Maka di dalam Islam, jika ada ilmuwan/Ulama yg fasik atau rusak amalnya, dia tidak diterima sebagai bagian dari ulama Islam. Para imam mhazab adalah orang2 yg berilmu dan berakhlak tinggi.” Jadi ilmu tidak sekedar sesuatu yg berdiri sendiri, ia menuntut akan aplikasinya.

Kita berpuasa dengan niat apa?  Tentunya dengan niat agar bertaqwa. Jadi dalam berpuasa kita berniat untuk membangun karakter yg paling hebat, yaitu manusia yg bertaqwa.  Sudah kah kita mencapai karakter itu?  Tahukah kita makna bertaqwa?  Lalu apakah ciri2 (Key Performance Index) dari orang bertaqwa?  Kalau kita tidak tahu, bagaimana kita bisa mencapai sasaran itu?  Kalau kita sendiri tidak paham, bagaimana kita bisa membangun karakter diri?  Lalu bagaimana dengan karakter keluarga kita? Karakter masyarakat kita? Karakter bangsa kita?

Salah satu makna Taqwa, yg disebut oleh Umar ra, adalah “…melakukan persiapan atau perencanaan dari setiap perkara, dari perjalanan (hidup ini), dan akan berhati2 atau bersungguh2 dalam melaksanakannya dan menyelamat diri dari duri (dosa) .”  Dosa apakah gerangan?   Yg paling utama, adalah “terpelihara dari penyakit batin yaitu syahwat atau hawa nafsu (yg negatif)”

Sedangkan ciri2 dari orang bertaqwa adalah Akhlakul Karimah.  Ini adalah yg tampak kepermukaan.  Mulut kita menghindar dari menyalahi, mengkritik, mengomeli orang.  Mulut kita memberikan penghargaan yg tulus atas prestasi orang.  Tersenyum.  Memberikan hadiah kepada kakak/adik (silaturahmi), dst.  Singkat kata: “Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Adakah ciri2 itu tampak pada diri kita?  Akankah kita menjadi orang yg bertakwa pada akhir Ramadhan?

  1. Manfaat Ilmu adalah dunia akhirat:

“Siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka dapat di capai dengan ilmu, Siapa menghendaki kehidupan akhirat juga dicapai dengan ilmu, dan siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan akhirat keduanya dapat di capai dengan ilmu.”

Kita mengenal doa sapujagat: Robbana atina fidunya hasanah, wafil akhiroti hasanah, waqina adzab bannar.  Apa saja sih “kebaikan dunia dan akhirat?”.  Menurut Ibnu Katsir, kebaikan dunia adalah: 1. Rumah yg luas, yg mampu menampung banyak org tanpa berdesak2, 2.  Kendaraan yg nyaman, 3 Istri/Suami yg sholehah/sholeh yg mendukung pd perkara2 akhirat,4. Tetangga yg baik, 5. Kesehatan, 6. Ilmu yg manfaat, 7. Pekerjaan yg baik, 8. Rizki yg luas, 9. Nama yg baik.(popularitas yg baik).  Kebaikan di akhirat, 1. Selamat pada kubur, pada waktu dibangkitkan, pada waktu kiamat, 2. Hitungan yg mudah, 3. Masuk dalam Surga.

Semuanya memerlukan ilmu; misalnya memilih pasangan: kedepankan akhlak dan ketaqwaannya, daripada wajah, kekayaan, keturunan ybs. (sesuai dengan hadis). Atau misalnya, pekerjaan. Rasullulah mengatakan: “Perbaikilah cara2 kalian mencari dunia, maka kalian akan mendapatkan hasil yg maksimal dari apa yg kalian kerjakan.”

  1. Merupakan Sebaik2nya Ibadah

Mengkaji ilmu adalah suatu ibadah yg tidak tertandingi, bahkan sama atau lebih dari jihad fisabillilah:

“Dan tidak sepatutnya orang2 mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang).  Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk mendalami pengetahuan agama mereka, dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya.” (At Taubah ayat 122).

Nabi bersabda kepada Abu Dzar, “Ya Abu Dzar, engkau keluar di waktu pagi, untuk belajar 1 ayat[masih belum diamalkan] lehih dahsyat pahalanya drpd sholat 100 rokaat.  Andaikata engkau berangkat pagi untuk belajar 1 bab, diamalkan atau tidak, itu jauh lebih dahsyat darpd sholat 1,000 rokaat.”

“Satu kali anda menghadiri majlis ilmu akan lebih banyak pahala daripada sholat 1,000 rokaat.” (sekitar sholat 24 jam terus menerus).

“(Kepada) orang yg mengkaji agama, maka akan meminta ampun seluruh mahluk di bumi sampai2 seluruh ikan dilautan juga meminta maaf.”

Abu Hurairah: “Andaikata aku duduk 1 jam untuk memahami ilmu untuk mempelajari ilmu2 syariah lebih aku sukai daripada bergadang untuk mendapatkan malam Lailatul Qadr.”

Imam Syafei: “Mengkaji ilmu lebih penting daripada sholat tahajud.”

Oleh sebab itu Jumhur ulama,mengatakan: “Mengkaji ilmu agama adalah sebaik2nya ibadah.”

5. Pada akhir zaman, mengkaji ilmu lebih penting daripada beramal

Khususnya akhir zaman, Rasullulah saw memperingatkan:”Kalian (para sahabat) aalah orang yg hidup pada zaman banyak fuqoha (orang ahli agama), sedikit pembaca Quran (sedikit yg sekedar baca Quran), dan sedikit khutoba (penceramah; lebih banyak yg beramal), sedikit org yg bertanya masalah agama (umumny para sahabat paham agama), dan banyak yg bisa memberi ilmu agama.  Maka melakukan amal, pada kondisi yg seperti itu, lebih baik beramal daripada mencari ilmu.

Tetapi akan datang pada manusia sedikit fuqoha (org ahli agama), banyak penceramah, banyak yg hafal Quran tapi sedikit yg bisa beri ilmu agama dgn benar,  dan banyak yg bertanya ttg agama.  Maka pada kondisi yg seperti itu, mengkaji ilmu lbh baik/penting daripada beramal. “ (Hadis Tabrani).

Semoga Allah SWT dapat memberikan ilmu yg manfaat kpd diri kita, keluarga kita, masyarakat Indonesia pada umumnya.  Amin YRA.

Wallahu alam bissawab.  Wabillahitaufik walhidayah.

Doni Wiratmoko (Disampaikan Ramadhan 2014 @ CNOOC)

Diambil dari pengajian Al Ikhlas, Cipete, dipimpin oleh Ust Debby Nasution

~ oleh zamanakhir pada 23 Juli 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: