Penghinaan thd Rasullulah SAW

Tulisan bang Debby Nasution, menanggapi kasus Penghinaan thd Rasullulah SAW:

“1)Siapa menabur angin akan menuai badai, inilah judul yg tepat bagi Nakoula Basseley, sutradara “innocence of moslem”, film yg secara terang2an menghina Nabi Muhammad saw dan mengundang reaksi keras di seluruh dunia. Nabi Muhammad saw adalah nabi terakhir yg diutus Allah swt kpd seluruh manusia sebagai Rahmatan Lil-‘Aalamiin, penghulu para utusan (sayyidul-mursaliin). Beliau saw adalah manusia pilihan yg sangat dimuliakan Allah. Betapa Allah telah berfirman “Wa Rafa’naa Laka Dzikrak”, artinya: “Kami telah mengangkat nama-mu (Muhammad)”. (Surah Asy-Syarh (94) ayat 4). Sebagian mufassir mengartikan kata “mengangkat” dalam ayat ini ialah: memuliakan, meninggikan dan mempopulerkan, yaitu dgn disandingkannya nama Beliau saw dgn nama Allah dlm dua kalimat syahadat yg berkumandang setiap saat melalui adzan shalat diseluruh masjid yg ada di dunia. Bahkan dlm surah Al-Kautsar ayat 3, Allah berfirman: “Inna Syaani-aka Huwal-Abtar”, artinya: “Sesungguhnya, siapa pun yg membenci-mu (Muhammad), dia-lah orang yg terputus”. Ya terputus dari segala kebaikan, alias tersingkir dari kehidupan. Ini merupakan sebuah kepastian bagi siapa pun yg berani menghina Nabi Muhammad saw krn. membenci Nabi Muhammad saw berarti membenci Allah yg telah memilihnya, mengangkat namanya dan melindunginya. Lihat bagaimana nasib Salman Rushdi sang penulis Ayat2 Setan saat ini, ia hidup menderita penuh ketakutan. Dan kehidupan inilah yg sedang dan akan dialami oleh Nakoula (la’natullah ‘alaih). Ini baru di dunia, bagaimana nanti diakhirat? (Na’uudzubillaahi Min dzalik). Allahumma Shallii ‘Alaa Muhammad.”

2) Allah telah menjadikan jalan bagi manusia utk mencintai-Nya yaitu dgn cara mengikuti Nabi Muhammad saw; firman-Nya: “Qul In Kuntum Tuhibbuunal-Laaha Fat-tabi’uunii Yuhbibkumullaaha Wa Yaghfir Lakum Dzunuubakum”; artinya: “Katakanlah (Muhammad); jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, maka Allah pasti akan mencintai kalian dan akan mengampuni dosa2 kalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyang”.(Surah Aali ‘Imran (3) ayat 31).

“3) Ada 3 hal yg harus kita cermati dari ayat yg mulia ini: (1) Mengaku (Claim) Cinta, yaitu pada kalimat: Qul In kuntum tuhibbuunallaha (Katakanlah (Muhammad): Jika kalian mencintai Allah; ialah: Jika kalian mengaku cinta kpd Allah). (2) Bukti Cinta, yaitu pada kalimat: Fat-tabi’uunii (Maka ikutilah aku; ialah: ikuti dan patuhilah sunnah-ku. Jadi, pengakuan cinta kpd Allah harus dibuktikan (diaplikasikan) dgn mengikuti sunnah atau hadits2 Rasulullah saw yg shahih. (3) Respon Cinta, yaitu pada kalimat: Yuhbibkumullahu (Maka Allah pasti akan mencintai kalian; ialah: Jika kalian betul2 mengikuti sunnah Rasulullah saw dlm seluruh aspek kehidupan kalian, maka Allah pasti akan mencintai kalian).”

Jazakallah bang Debb.

~ oleh zamanakhir pada 19 September 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: