Islam Palsu

Adakah yang disebut Islam Palsu? Mungkin anda heran, tapi menurut saya hal ini sangat signifikan. Mengapa? Karena Islam sudah di-declare oleh Allah s.w.t sebagai dien (ideologi, jalan hidup, faham) yang sempurna. Apabila dikurangi atau ditambahkan maka sama saja dengan mengatakan pada Allah s.w.t bahwa Islam masih ada masalah, masih kurang, masih belum pas, masih bisa diperbaiki, masih belum lengkap.

Baru saja saya keluar dari sholat Masjid di Masjid barunya Komdak Metro Jaya. Masjid yang megah dan mewah. Khotib memberikan ceramah sangat baik siang itu. Tapi,… sebelumnya pembawa acara mengumumkan bahwa, yang jadi Khotib Ustadz A, dan Imam Ustadz B. Suatu kebiasaan yang nampaknya oke oke saja, dan didasari oleh pemikiran bahwa untuk Imam butuh orang yang bisa baca indah/ bagus, dan yang bagus jadi Khotib (pembicara) belum tentu bagus bacaannya. Subhanallah! Suatu argumen yang masuk akal, akan tetapi tanpa disadari telah merubah bentuk sholat Jumat itu sendiri. Adakah pernah Rasullulah s.a.w. menjadi Khotib, lalu Abu Bakar r.a. menjadi Imam? Atau Abu Bakar r.a. menjadi Khotib, lalu Umar bin Khattab r.a. menjadi Imam? Pernahkah sahabat-sahabat utama Nabi s.a.w melakukan hal ini, ganti-gantian antara imam dan khotib? Bagaimana dengan Ulama-ulama sholeh setelah mereka, adakah yang melakukan hal tsb.?

Suatu hal yang nampaknya kecil dan sederhana. Kok gitu aja dipikirin sih? Menurut saya, justru ini adalah awal malapetaka! Tanda-tanda bahwa umat Rasullulah saw sudah tidak mengikuti apa yang dibawanya. Bukankah kita sudi berdesak-desakan untuk mencium Hajar Aswad??? Mengapa? Biasanya orang menjawab, “Karena Rasullulah saw pernah melakukan hal itu.” Bahkan Umar bin Khattab r.a. mengatakan, sebelum ia mencium Hajar Aswad, “Wahai Hajar Aswad, sesungguhnya engkau hanyalah batu. Jika bukan karena Rasullulah saw mencium mu nicaya akupun tidak akan mencium mu.”

Mengapa kita mengikuti sunah yang satu, meninggalkan yang lain? Apakah agama Islam ini seperti food table (prasmanan)? Mana yang kita suka, diambil, yang tidak suka tidak diambil? Bukankah Allah swt mengatakan, agar kit masuk dalam Islam secara kaffah (menyeluruh)?

Betul, insiden diatas nampak hanya kecil. Tapi itulah bukti kepalsuan sudah muncul dalam muka Islam. Hanya umat sajalah yang dapat menjaga kemurnian Islam. Jika umat sendiri yang mengotorinya, tidak ada yang dapat memperbaikinya, kecuali dirinya sendiri.

Wallahualam bissawab,

~ oleh zamanakhir pada 30 November 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: