Bagaimana SEHAT Bisa Dicapai?

Kesehatan badan adalah suatu hal yang elusive pada zaman ini. Begitu jelas, tapi begitu sulit untuk dicapai. Lihat saja penyakit “ringan” seperti maag, sakit kepala, bersin, batuk sangat mudah untuk didapati sekarang. Dikota-kota banyak orang overweight, diabetes, jantung (penyebab kematian no 1 di Indonesia). Di pelosok (kampung, desa), sebaliknya gizi buruk menghajar masyarakat ekonomi lemah. Lihatlah bahkan 7 dari 10 orang Indonesia perokok! seolah-olah “gizi” rokok sebanding dengan gizi telur.

Faktor apa yang mempengaruhi kesehatan manusia? Menurut riset yang dilakukan oleh Kelogg Fundation antara tahun 1981 sd tahun 1992, setidaknya ada 5 faktor yang mempengaruhi secara signifikan kesehatan manusia.

Ada 3 (tiga) faktor yang utama, yang bisa kita ubah secara signifikan, yaitu:

1. Nutrisi

2. Lingkungan

3. Gaya Hidup

ditambah 2 (dua) faktor, yang hanya sedikit bisa kita ubah, yaitu:

4. Gen (keturunan)

5. “In the wrong time, at the wrong place”

Nutrisi, Lingkungan, dan Gaya Hidup dapat kita ubah menjadi positif terhadap kesehatan, dan pengubahan ini dapat kita lakukan secara signifikan. Contohnya, jika kita tadinya makan roti (processed wheat) dan mentega (tran fat acid) , maka kita hilangkan dan ganti dengan beras merah (vit B complex, lots of fibre) dan telur ayam (hi protein) yang jelas lebih sehat. Jika kita tinggal di lingkungan yang polutif (udara kotor, air kuning, bising), maka kita hijrah ketempat yang lebih tenang, bersih, berair jernih. Juga jika biasanya merokok dan tidur larut malam, diganti dengan bebas rokok, dan tidur sebelum jam 21:00.

Faktor Gen (Keturunan), dan “In the wrong time and at the wrong place” sedikit sekali yang bisa kita pengaruhi, walaupun tetap dapat kita optimalkan. Misalnya jika berdarah type O, maka sebaiknya tidak makan buah-buahan yang asam, seperti Jeruk, atau Belimbing. “In the wrong time and at the wrong place” maksudnya adalah kejadian yang tidak dapat kita tolak, seperti car accident sehingga cacat, atau injury ketika bermain bola sehingga lutut retak, atau back injury akibat bermain volley yang keliwat semangat, atau terkena polio ketika kecil karena tidak divaksinaksi. Hal ini masih dapat kita cegah dengan memperhatikan keselamatan diri secara lebih baik, misal dengan pemanasan sebelum berolah raga, atau menggunakan seat bealt ketika berkendaraan, atau vaksinasi yang tepat guna untuk mencegah beberapa penyakit yang umum ada di Indonesia.

Ditulisan selanjutnya saya akan berkonsentrasi pada 3 faktor utama, yaitu Nutrisi, Lingkungan dan Gaya Hidup.

~ oleh zamanakhir pada 6 November 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: